Posts

Senandung Seniman Ketoprak Gunungkidul

  By : Claudia Rosari Dewi                “Kehidupan  keras dalam bertani  tidak membuatnya putus asa untuk tetap setia menghidupi setiap anggota keluarganya. Kreativitas dan hasrat untuk terjun sebagai seorang seniman justru ia kembangkan ditengah kesibukannya sebagai seorang petani. Sebagai seniman ketoprak, Pak Mariyo tak pernah letih untuk tetap  mengembangkan bakatnya. Meskipun profesi sebagai seorang petani terkadang membuatnya menyerah  mengatasi himpitan ekonomi keluarga yang pas-pasan. Ia tetap senang, bergelut sebagai seniman ketoprak.” Semangat dan kecintaannya sebagai seorang seniman membuat bapak Mariyo Mardi Utomo tetap setia mengembangkan kesenian daerah nya, Gunung Kidul. Meskipun tantangan dan keadaan zaman semakin maju, ia tidak mau meninggalkan kesenian ketoprak yang sudah mendarah daging dalam jiwanya. Paguyuban Among Budaya dan  Taruna Budaya memberi tempat bagi Mariyo dan warga Pacin...

Resensi Novel : Diary Pramugari; Sex, Cinta & Kehidupan

RESENSI NOVEL  DIARY PRAMUGARI: SEKS, CINTA DAN KEHIDUPAN (RESENSI INI SAYA IKUT SERTAKAN DALAM LOMBA RESENSI YANG DIADAKAN OLEH PENERBIT DAN PERCETAKAN POHON CAHAYA. SAYA MOHON DUKUNGAN TEMAN-TEMAN SEKALIAN UNTUK ME-LIKE ATAU MEMBERIKAN KOMENTAR TERHDAP KARANGAN RESENSI YANG SAYA BUAT INI. DEADLINENYA TANGGAL 30 JUNI 2013. TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEGALA BANTUAN, DOA, DAN DUKUNGANNYA. GBU FULL.  J ) IDENTITAS NOVEL Judul Buku : Diary Pramugari; Sex, Cinta & Kehidupan Pengarang : Agung Webe Penerbit : Pohon Cahaya Tahun terbit : 2012 Tebal buku : 352 halaman ISBN : 978-602-97133-3-6 RESENSI NOVEL Dont jugde the book by its cover . Kalimat ini sungguh pantas diberikan kepada novel ini. Dari segi cover nampak bahwa novel ini akan menceritakan hal-hal yang vulgar. Kenyataannya novel ini tidak sedikitpun menunjukkan hal-hal yang vulgar melainkan mengajak kita untuk memaknai kehidupan dari segi agama, cinta sampai seputar seks. Tokoh utama dalam nove...

Generasi yang Bergulat dengan Waktu

Image
by : Claudia Rosari Dewi   Waktu. Bukan sebuah kata yang asing bagi telinga kita. Sulit bagi kita untuk mengendalikan sang waktu yang terus berputar tanpa henti dan tanpa kenal lelah. Manusia setiap saat selalu bergerak, melakukan banyak aktivitas, mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya didampingi oleh sang waktu. Kita tak bisa berkelit bahwa waktu menuntut kita dengan tegas untuk menjadi manusia yang gesit, cepat bertindak namun tetap terkontrol pada tujuanyang telah kita tentukan. Terlebih saat ini, waktu menjadi mahkota emas orang-orang sukses yang benar-benar mampu mengelolanya dengan baik. Zaman sekarang, manusia selalu dikejar dengan waktu, siapapun pasti tidak akan bisa berkelit pada waktu. Teknologi yang semakin canggih, dunia yang terus menerus berkembang, semua kemajuan didunia ini tidak dapat kita tolak. Disinilah hadir tantangan bagi kita, para generasi muda, pemimpin bangsa dimasa depan, penerus dan pejuang negara, kita yang harus dapat bergulat dengan waktu...

Belajar Memaknai Keberagaman, Belajar Memaknai Hidup

Image
UNITY IN DIVERSITY oleh : Claudia Rosari Dewi Unity in diversity , slogan tersebut yang mau menunjukkan kepada kita bahwa persatuan dapat dibentuk ditengah keberagaman. Setiap individu dilahirkan di tempat dan di waktu yang berbeda. Terlahir dengan kondisi yang berbeda, maka kehidupan individu yang satu dengan yang lainnya pun berbeda. Setiap hari kita selalu menemukan perbedaan, dan menjadi tantangan zaman bagi kita bahwa perbedaan tidak bisa ditolak,justru harus kita jadikan partner yang dapat menumbuh kembangkan pribadi kita. Hidup dalam sebuah perbedaan pertama kali saya rasakan ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah atas di SMA negeri di kota Cirebon. Perasaan menjadi minoritas membuat saya terisolasi. Saya tampil sebagai pribadi yang berbeda dari yang lain, hampir dari mereka semua beragama muslim dan saya seorang kristiani. Saya selalu terlihat berbeda dari mereka. Khusus anak perempuan, hampir setiap hari mereka memakai baju panjang dan juga kerudung. Ke...

Kembali Bersyukur : Ketika Tuhan Mengetuk Pintu Hatiku

* Ketika Tuhan Mengetuk Pintu Hatiku *   Oleh : Claudia Rosari Dewi Siang itu, sekitar pukul 13.30 Mgr Johannes Pujasumarta Uskup Keuskupan Agung Semarang ( KAS ) mengunjungi saya dirumah kediaman keluarga saya di Kumendaman, Yogyakarta. Saya secara pribadi mengenal dekat beliau oleh karena itu saya diminta oleh Bapa Uskup untuk mengikuti mengikuti seluruh rangkaian Kongres Ekaristi II Keuskupan Agung Semarang ( KEK II KAS ) yang diselenggarakan pada tanggal 22-24 Juni 2012 . Meskipun kebanyakan dari peserta KEK II KAS ini adalah umat dari Keuskupan Agung Semarang itu sendiri, namun Bapa Uskup tetap meminta saya untuk tetap mengikuti serangkaian kegiatan ini. Saya pun mengibaratkan diri saya sendiri sebagai seorang ” penyusup ” dari negeri antah berantah, pasalnya saya sendiri berasal dari luar Keuskupan Agung Semarang, saya berasal dari Paroki Bunda Maria Keuskupan Bandung. Dalam KEK II KAS ini diperkirakan jumlah keseluruhan peserta dari beberapa kategori kurang lebih 300 p...

Melatih kesabaran , Melatih diri untuk bersyukur

Image
Oleh : Claudia Rosari Dewi   Dikehidupan kita sehari-hari, banyak sekali hal yang membuat kita dituntut untuk melatih segenap kesabaran kita. Peliknya masalah-masalah yang selalu kita hadapi ini membuat kita ditantang sejauh mana kesabaran itu ada didalam diri kita. Tuhan Yesus sendiri menuntun kita untuk senantiasa bersabar dalam pengharapan disaat memanggul salib kehidupan kita yang sulit dan penuh nestapa ini. Kesabaran itu sendiri merupakan kesediaan diri kita menerima sebuah keadaan, apapun keadaan itu, untung rugi, suka duka, senang susah, kita dituntut untuk bersabar. Tetap dapat menata hati, tetap dapat berbahagia meski ada penderitaan dibalik semuanya itu. Kesabaran itu dianjurkan untuk semua orang, tak pandang bulu, tak pandang darimana ia berasal, karena kesabaran itu diakui sebagai sikap yang baik,kuat, tahan, dan bijaksana, meskipun tidak banyak yang bisa, namun kesabaran itu harus diraih agar kita mendapatkan buah dari kesabaran itu sendiri. Sabar itu ba...

Essay : Jangan Biarkan Ibu Kota Tenggelam

Image
JANGAN BIARKAN IBUKOTA TENGGELAM oleh : Claudia Rosari Dewi  Jakarta, yang kita kenal sebagai ibukota negara kita tercinta ini, memang merupakan sosok kota yang sangat padat dan penuh dengan banyak bentuk kehidupan serta permasalahannya. Populasi di Jakarta pun tak bisa kita pungkiri sudah terlalu penuh dan sudah terlalu banyak. Ibukota kita telah lelah bernafas dengan mengemban banyak sekali masalah dari kehidupan yang ada didalamnya. Menurut kabar yang beredar, bahwa saat tahun 2030 nanti, Jakarta akan tenggelam, bukanlah hal yang mustahil, dan prediksi itu bisa saja menjadi sebuah kenyataan. Beberapa bukti pun telah bisa membuktikan prediksi yang menjurus tepat dan bukan merupakan isapan jempol belaka. Bahkan bisa saja kejadian itu datangnya lebih cepat dari prediksi sebelumnya, jikalau memang tidak ada kesadaran betul dari setiap individu untuk mengubah nasib Ibukota Indonesia ini. Permasalahan lingkungan yang dihadapi Ibukota kita ini memang begitu kompleks. Pe...